About Wireless


Pengenalan Wireless

Kini internet dapat digolongkan dalam salah satu kebutuhan pokok sebagian orang karena sebagian besar aktifitasnya memerlukan penggunaan internet seperti orang yang memiliki pekerjaan yang menjadi tumpuan kehidupan yang mengharuskannya bergelut dengan teknologi ini. Internet salah satunya dapat diakses dengan menggunakan Wireless.

Nah, Apa sih Wireless itu???

Wireless adalah merupakan koneksi internet yang menggunakan frekuensi radio dan bekerja pada kecepatan tinggi yaitu 11–54 Mbps. Pemakaian wireless internet memungkinkan akses internet selama 24 jam dengan biaya yang murah karena wireless internet tidak akan dikenakan pulsa, pemakai hanya dikenakan biaya pembayaran kepada Internet Service Provider (ISP). Akses Internet semakin terjangkau dan mudah. Salah satunya adalah dengan menggunakan teknologi wireless atau media nirkabel sebagai tulang punggung jalur komunikasi.

Pernahkah Anda mendengar Wireless Broadband???

Nah, Wireless Broadband adalah salah satu layanan yang dapat memenuhi kebutuhan akses Internet corporate dengan koneksi tak terbatas. Layanan Wireless Broadband menggunakan Radio Link yang berkecepatan tinggi sampai dengan 11 Mbps untuk menghubungkan satu kantor atau gedung dengan yang lain. Wireless Broadband bekerja di frekuensi radio 5.8 GHz dan 2.4 GHz, Backbone to multipoint (sectoral) antara PoP Indonet PoP. Alasan menggunakan Internet Wireless karena teknologi ini cukup mudah untuk diterapkan, tidak membutuhkan waktu lama untuk instalasi (untuk gedung yang sudah menjadi PoP Indonet), biaya operasional yang lebih murah, tidak ada ketergantungan dengan pihak ketiga penyedia media karena sudah dalam coverage area PoP Indonet, local bandwidth IIX sampai 512 Kbps.

Salah satu jenis penerapan aplikasi Wireless adalah pada LAN (Local Area Network). Penerapan wireless LAN adalah alternatif dari pengembangan jaringan lokal komputer LAN kabel seperti penambahan jumlah wireless client untuk konstruksi bangunan yang sulit dan tidak memungkinkan dilalui oleh kabel atau dapat juga dianggap sebagai jaringan LAN yang sementara sehingga  tidak diperlukan pengguanaan kabel. Karena wireless LAN mempunyai karateristik mobilitas yang tinggi sehingga wireless client dapat mengakses jaringan dimana saja tanpa perlu menggunakan kabel yang menghubungkan dengan server.

Bagaimana konfigurasi wireless LAN???

Konfigurasi wireless LAN terdiri dari sumber data (server) yang dihubungkan dengan access point melalui kabel backbone berdasarkan protokol jaringan yang dipakai (ethernet) dan selanjutnya dipancarkan melalui gelombang elektromagnetik selayaknya kabel backbone seperti pada LAN kabel biasa yang kemudian diterima oleh client (misalnya PC Desktop, laptop maupun peripheral lainnya) melalui card wireless adapter yang mendukung jaringan wireless LAN berdasarkan standarisasi IEEE 802.11. Access point mempunyai jangkauan yang terbatas, yaitu sekitar 500 feet untuk ruangan tertutup (indoor) dan 1000 feet untuk ruangan terbuka (outdoor). Wireless LAN akan mengalami proses handoffs agar wireless client dapat tetap melanjutkan komunikasi dengan server melalui access point yang berbeda. Wireless client akan tetap memonitor kuat sinyal yang diterima dari access point, bila kuat sinyal yang diterima kurang dari nilai sensitivitas penerimaan (threshold) maka wireless client tersebut akan melakukan proses handoffs dan akan mencari kuat sinyal terdekat untuk meneruskan hubungannya dengan server. Proses identifikasi (inisialisasi)dari wireless client untuk menemukan sinyal access point yang terkuat dibatasi 60 detik. Proses pencarian AP atau EP untuk dijadikan BSS ini disebut dengan Backbone Search Timer. Selama level daya yang diterima diatas –77 dBm, wireless client tersebut masih dapat berkomunikasi dengan access point yang lama, namun pada saat level daya kurang dari –77dBm wireless clent tersebut mulai melakukan proses handoffs dengan beralih pada level daya yang lebih kuat dari access point sebelumnya.

Jenis lainnya adalah Wi-Fi (Wireless Fidelity) yaitu sekumpulan standar untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks disingkat WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g, saat ini dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya. Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk pengunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Local (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) dapat terhubung dengan internet melalui access point (hotspot) terdekat.

Selain itu, ada perkembangan terbaru yaitu WiMAX. WiMAX(Worldwide Interoperability for Microwave Access) merupakan semacam standar industri yang bertugas menginterkoneksikan berbagai standar teknis yang bersifat global menjadi satu kesatuan. Perbedaan antara WiMAX dengan Wi-Fi adalah standar teknis yang bergabung di dalamnya. Jika WiFi menggabungkan standar IEEE 802.11 dengan ETSI HiperLAN yang merupakan standar teknis yang cocok untuk keperluan WLAN, WiMAX merupakan penggabungan antara standar IEEE 802.16 dengan standar ETSI HiperMAN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: