Tak Pantas Kusebut Luka


Disaaat seseorang telah kehilangan kepercayaan..
Hilang karena ketidaksetiaan..
Hilang karena kebohongan..
Hilang karena kedengkian..
Hilangnya kepercayaan kepada orang lain..

Datanglah seseorang..
Dengan kesetiaannya..
Kesabarannya..
Nasihatnya..
Keberadaannya disaat duka..
Kesenangan yang sesaat..
Seseorang tersebut telah menjadi sandaran..
Telah menjadi pundak yang telah setia menemani kesedihan sekian lama..
Telah menjadi sebagian jiwa kehidupannya..

Namun, kali ini harus menerima kenyataan..

Sandaran itu harus pergi, dia telah menemukan tempat terbaiknya..

Tempat yang dapat membuatnya bahagia..
Biarkanlah, lepaskan..
Bukankah melihat sang pundak bahagia adalah kebahagiaan tersendiri?
Ikhlaskanlah..
Walau berat, sangat berat, kehilangan pundak dan jiwa..
Asalkan sang pundak dapat berbahagia, orang tersebut akan rela melakukan apapun..

Karena bertahannya hidup dan keberadaan orang tersebut disini karena Anda, sang pundak..
Karena motivasi Anda..
Karena tiupan nafas Anda..
Membuat orang tersebut masih bisa berdiri tegak..

Telah tertetes air mata di hari ini, ntah kenapa..
Merasakan kerinduan yang seharusnya tidak dirasakan..
Rasa sakit yang seharusnya tidak terasa..
Merasakan rasa kehilangan yang seharusnya tidak menyakitkan..
Rasa sesak yang tak seharusnya memuncak..
Ntah kenapa, rasa ini harus ada..

Saya senang, bahagia, dan sangat bersyukur bisa mengenal Anda..
Terima kasih untuk segalanya..
Semoga Anda bahagia selamanya..
🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: